kembar mayang

Pernahkah Anda melihat proses pernikahan adat jawa yang kental dengan banyak tradisi? Jika Anda mau mengamatinya lebih dalam, upacara panjang yang dilakukan memang sangat sakral dan menarik. Tetapi memang tak bisa dipungkiri jika banyak yang berpikir hal tersebut terlalu panjang dan ribet untuk dilakukan. Padahal jika tak menuruti adat, nikah itu mudah, setelah ijab qabul cukup menyematkan cincin kawin saja di jari pasangan suami istri. Tetapi, setiap adat yang dilakukan memang bertujuan baik sehingga rumah tangga yang akan dibangun berjalan dengan mulus. Dengan mengikuti adat atau tradisi maka kamu menghormati leluhur keluarga dari pasanganmu. Berikut akan dijelaskan 11 proses pernikahan adat jawa yang ribet, namun punya banyak makna.

1. Siraman

siraman
yakni membersihkan diri untuk menyambut acara besar. Sebelum dilakukannya upacara pernikahan, kedua mempelai harus melewati prosesi siraman terlebih dahulu. Siraman berarti mandi, yang dimaksudkan untuk membersihkan diri sebelum menjalankan proses upacara pernikahan yang suci. Ada 7 orang yang akan menyiramkan air pada calon pengantin. Siraman ini dilakukan dirumah calon mempelai masing-masing. Kemudian air siraman dikirimkan ke calon mempelai masing-masing.

2. Midodareni

midodareni
yakni sebagai simbol malam yang baik untuk Silaturrahmi. Ini adalah proses saling bersilaturrahmi, yakni mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai wanita. Midodareni dilakukan satu malam sebelum upacara prosesi adat nikah digelar. Hal ini juga dilakukan di pernikahan artis raffi ahmad dan nagita slavina yang pernikahannya bernuansa jawa.

3. Injak telur

injak telor
yakni harapan & lambang kesetiaan. Maksudanya harapan adalah agar pengantin mempunyai keturunan yang menjadi tanda cinta berdua sedangkan lmabang kesetian merupakan tanda bahwa istri setia sama suami dengan cara membasuh kakinya.

4. Sikepan sindur

sikepan sindur
adalah tali kasih yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Prosesi ini dilakukan dengan cara membentangkan kain atau sindur oleh ibu yang dibentangkan ke kedua mempelai yang akan berjalan menuju ke pelaminan.

5. Pangkuan

pangkuan
adalah berbagi kasih yang adil. Proses ini dilakukan dengan cara mempelai wanita duduk di sebelah paha kiri ayah sedangkan laki-laki di paha sebelah kanan ayah mertuanya.

6. Kacar kucur

kacar kucur
sebagai lambang kesejahteraan rumah tangga. Dalam melakukan proses ini calon pria mengucurkan sebuah kantong yang berisi biji-bijian, uang receh dan beras kuning ke pangkuan wanita.

7. Dulang-dulangan 

dulang dulangan
adalah simbol kerukunan dalam rumah tangga. Proses ini juga disebut dengan dahar klimah. Dalam melakukan ini kedua mempelai saling menyuapi selama tiga kali.

8. Sungkeman

sungkeman
sebagai simbol bakti kepada kedua orang tua. Sungkeman dilakukan kepada orang tua dan sesepuh yang lainnya. Hal ini juga bertujuan untuk meminta restu kepada orang tua mereka.

9. Janur kuning

janur kuning
sebuah harapan mendapat cahaya masa depan yang baik. Tidak hanya dalam prosesi jawa, setiap pernikahan janur kuning selalu ada. Janur kuning yang diletakkan di gerbang masuk dengan tujuan menyingkirkan hal-hal yang tidak di inginkan.

10. Kembar mayang

kembar mayang
adalah makna akan setiap harapan yang baik untuk rumah tangga yang terjalin.

11. Tarub atau Terob

Tarub atau Terob
adalah simbol kemakmuran dan harapan. Di dalamnya berisi berbagai macam tumbuhan yang mana masing-masing memiliki makna.

Nah, itulah serangkaian prosesi pernikahan untuk orang Jawa beserta simbol-simbol berbagai peralatan yang selalu digunakan dalam tradisi nikah di Jawa. Meskipun tergolong terlalu panjang dan ribet, semua mempunyai arti, makna, dan harapan baik, serta hikmah yang bisa dipetik. Lalu kapan pemasangan cincin nikah yang kamu beli ? Hal tersebut relatif tergantung dari permintaan kedua mempelai, orang tua, atau kerabat dekatnya.

11 Prosesi Pernikahan Adat Jawa Yang Ribet, Namun Punya Banyak Makna