Budidaya Udang Windu merupakan usaha yang cenderung memiliki masa depan yang bagus. Karena peminat udang di pasar semakin hari semakin meningkat. Sedangkan hasil produksi udang dengan kualitas yang bagus masih tergolong rendah dan tidak mencukupi kebutuhan pasar. Di dalam dunia Perikanan, udang merupakan salah satu komoditas paling penting. Dua jenis udang yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu udang Windu dan Udang Vanemei.

Cara Budidaya Udang Windu

udang windu

Lokasi Budidaya

Lokasi untuk budidaya harus mengandung air payau dengan salinitas 0-33 ppt, bebas pencemaran bahan kimia. Suhu lingkungan budidaya maksimal antara 26-30 derajat Celcius. Dengan kondisi tanah bertekstur liat berpasir yang mampu menahan air dan tidak mudah pecah. Kolam budidaya harus memiliki saluran air masuk dan saluran air keluar yang terpisah.

Pengolahan Tambak

Bersihkan tambak dari sisa-sia budidaya sebelumnya, dengan cara mencangkul atau penyedotan dengan pompa air. Tanah pada dasar tambak dibalik dengan dibajak atau dicangkul untuk menghilangkan gas-gas beracun pada tanah. Berikan kapur dolomit 500 kg per 1 ha tanah. Setelah tanah dikapur, biarkan tanah mengering dan pecah-pecah untuk membunuh bibit penyakit. Selanjutnya, lahan diberi TON 2,5 kg per ha dan TAPRO 2-3 liter per ha untuk mengembalikan kesuburan tanah dan mempercepat pertumbuhan plankton sebagau pakan alami udang. Setelah dibiarkan 3 hari, air mulai dimasukkan ke tambak.

Pemilihan Benur

Benur (benih udang), yang baik ditandai dengan tingkat kehidupan yang tinggi, berwarna tegas (tidak pucat) baik hitam atau merah, aktif bergerak, dan mempunyai alat tubuh yang lengkap.

Penebaran Benur

  • Plastik wadah benur direndam 15-30 menit
  • Plastik dibuka dan dilipat ujungnya. Biarkan terbuka dan terapung 15–30 menit
  • Percikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit.
  • Masukkan ujung plastik ke air tambak dengan perlahan dan hati-hati

panen udang windu

Pemeliharaan udang

  • Pada bulan pertama, kualitas air harus selalu stabil. Dan untuk menjaga kualitas dan kestabilan air, setiap penambahan air yang baru atau maksimal 15 hari sekali diberi TON dengan dosisi 1 kg per ha dan TAPRO dengan dosis setengah liter per ha.
  • Pada hari ke-30, dilakukan sampling untuk melihat perkembangan udang melalui pertambahan berat udang tersebut. Udang normal pada hari ke-30, harus sudah mencapai ukuran 250 sampai 300 ekor udang per kg. Setiap pergantian dan penambahan air baru, diberi TON 1 kg per ha
  • Mulai umur 60 hari atau lebih, setiap terlihat kondisi air keruh maka sebaiknya segera silakukan pergantian air.

Pakan udang

Pakan awal berupa pelet 1 kg untuk setiap 100.000 ekor udang. Setiap 7 hari sekali, ditambah 1 kg lagi hingga umur 30 hari. Agar pertumbuhan udang dapat maksimal, pakan dicampur dengan VITERNA PLUS, POC NASA, dan HORMONIK yang mengandung mineral penting, protein, dan vitamin dosisi 1 tutup botol (10 cc) per 2 sampai 3 kg pakan.

Panen Udang

Panen normal biasanya dilakukan pada umur lebih dari 90 hari dengan ukuran normal yaitu 40 per 50 ekor udang dalam 1 kg. Panen dilakukan pada malam hari.

Demikian Teknik Budidaya Udang Windu yang menguntungkan. Dapatkan produk NASA untuk udang, produk unggulan resmi hanya dari PT Natural Nusantara.

Budidaya Udang Windu Teknologi NASA